FCIP Dukung Transisi Mobilitas Hijau Bali dalam Bali Climate Week 2025

Bali, Indonesia — Dalam rangkaian kegiatan Bali Climate Week pada Agustus 2025, Future Cities Infrastructure Programme (FCIP) berkontribusi dalam diskusi mengenai pengembangan mobilitas perkotaan berkelanjutan di Provinsi Bali. Dengan kemacetan lalu lintas, peningkatan emisi kendaraan, serta tekanan pariwisata yang terus meningkat dan mengancam pertumbuhan jangka panjang serta kelayakhunian Bali, Pemerintah Provinsi Bali kini memprioritaskan solusi transportasi yang lebih hijau dan tangguh.

Melalui Kebijakan Pembangunan Bali 2021–2040 dan Peraturan Gubernur Nomor 44 Tahun 2023 tentang Infrastruktur Transportasi Terpadu, Bali menyiapkan arah kebijakan untuk mewujudkan layanan transportasi yang terintegrasi sekaligus memperluas penggunaan energi bersih dari hulu hingga hilir.

Dalam kegiatan ini, para pemangku kepentingan membahas Rencana Mobilitas Perkotaan Berkelanjutan untuk wilayah SARBAGITA dan ULAPAN, termasuk rencana pembangunan Bus Rapid Transit listrik (eBRT) Sarbagita. Inisiatif eBRT ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan kualitas hidup di wilayah metropolitan Sarbagita melalui pembangunan dua koridor transportasi massal — Utara–Selatan dan Timur–Barat. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang kian parah, menekan polusi udara, serta menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

Diskusi tersebut melibatkan berbagai mitra, antara lain:

PT Bali Kerthi Development Fund Ventura (BDF), yang mendukung transformasi ekonomi hijau dan tangguh melalui Kerthi Bali Economic Transformation.

South Pole, yang berbagi keahlian dalam pengembangan proyek karbon, termasuk transisi e-bus bersertifikat di Bangkok.

TransJakarta, yang memaparkan pembelajaran dari peningkatan armada bus listrik di Jakarta, mencakup penghematan biaya dan pengurangan emisi.

World Bank, yang menyoroti tantangan pendanaan dan pembiayaan dalam elektrifikasi, mulai dari ketergantungan pada subsidi hingga kelayakan kredit operator dan tenor pinjaman.

FCIP, yang diwakili oleh Radhiyan Irwansyah, Direktur Sustainable Infrastructure Advisory di PwC, memperkenalkan peran Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) Inggris, Melaju, dan FCIP dalam mendukung penyiapan proyek. Memasuki tahun keduanya, FCIP memberikan bantuan teknis untuk memperkuat kesiapan proyek-proyek prioritas seperti eBRT, sekaligus meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam mengeksplorasi solusi pembiayaan inovatif.

Dengan menghadirkan keahlian global dan menyelaraskannya dengan prioritas lokal, FCIP membantu Bali mengambil langkah nyata menuju masa depan transportasi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan.