Yvette Tanamal (The Jakarta Post)
Jakarta, Jumat, 24 Januari 2025
Indonesia dan Inggris meluncurkan sebuah program infrastruktur yang bertujuan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Langkah ini menyusul kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke London pada November tahun lalu, ketika para pemimpin kedua negara mengumumkan pembentukan “kemitraan strategis baru”.
Program infrastruktur tersebut, bernama Melaju, disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Menteri Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris untuk Indo-Pasifik Catherine West.
“Saya menyambut peluncuran Melaju pada hari Senin, yang merupakan inisiatif pemerintah Indonesia dan Inggris untuk mempercepat pembangunan infrastruktur berkelanjutan,” tulis Agus dalam unggahan di akun Instagram resminya pada Selasa.
“Pemerintah terus melakukan berbagai bentuk kerja sama, termasuk melalui upaya mencari sumber pendanaan dan investasi yang kredibel, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk memajukan pembangunan berkelanjutan di masa depan,” lanjutnya.
Pernyataan resmi menyebutkan bahwa proyek Melaju akan memanfaatkan kerja sama yang sudah ada dengan memprioritaskan pengembangan kebijakan, implementasi proyek, investasi, dan mobilisasi pendanaan. Proyek ini akan melibatkan para ahli dari kedua negara untuk memperkuat proyek-proyek infrastruktur di masa depan. Dalam acara peluncuran, Agus juga menambahkan bahwa peningkatan konektivitas di seluruh negeri akan menjadi salah satu prioritas utama.
Dalam wawancara dengan The Jakarta Post pada Selasa, Menteri West mengatakan bahwa memastikan keberlanjutan merupakan hal yang penting bagi Indonesia dalam upayanya memperkuat infrastruktur. Ia menambahkan bahwa London dan Jakarta memiliki kesamaan sebagai negara kekuatan menengah (middle-power states) yang tengah menghadapi dampak perubahan iklim.
“Sebagai negara kekuatan menengah, kami berada pada posisi yang sangat baik untuk membangun hubungan yang lebih erat dalam menghadapi tantangan iklim. Dan tentu saja, kedua negara ini tidak tergabung dalam blok perdagangan mana pun. Inggris tidak lagi menjadi bagian dari Uni Eropa,” kata West.
“Kita juga dapat memanfaatkan kedalaman hubungan ini dalam konteks ASEAN untuk membahas kawasan secara keseluruhan — terutama karena Indonesia memainkan peran yang sangat penting di kelompok tersebut. Apa yang baik bagi lingkungan di sini akan memberikan dampak besar,” lanjutnya.
West menjelaskan bahwa proyek Melaju merupakan salah satu dari sejumlah upaya kolaboratif antara Indonesia dan Inggris yang lahir dari “kemitraan strategis baru” yang diumumkan oleh Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer tahun lalu.
Selama kunjungan ke Inggris pada November, Prabowo juga menghadiri sebuah acara yang mempertemukan para pemimpin bisnis dari Inggris dan Indonesia untuk membahas cara memperkuat kerja sama strategis di sektor-sektor penting seperti teknologi dan infrastruktur.
“Kami sangat senang bahwa hubungan pribadi antara Sir Keir Starmer dan Presiden [Prabowo] dimulai dengan sangat baik,” ujar West kepada The Jakarta Post. West juga bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Eddy Hartono di Jakarta pada hari Senin. Keduanya dilaporkan membahas upaya pencegahan terorisme, yang menurut West masih menjadi “tantangan” bagi kedua negara.
“Penanggulangan terorisme merupakan tanggung jawab bersama negara-negara dalam menjaga keamanan global,” kata Eddy, dikutip dari Antara.
Artikel ini diterbitkan di thejakartapost.com.
Klik untuk membaca: https://www.thejakartapost.com/world/2025/01/24/uk-indonesia-launch-sustainable-infrastructure-program.html